12 Agustus 2010

Kue-Kue Indonesia

Buku terbitan Yasa Boga ini merupakan salah satu buku pavorit saya. Selain kenampakan bukunya yang oke banget (kertas tebal, ukuran imut, warna dan tata letaknya cantik) juga karena buku ini kompit banget. Hampir semua jenis kue-kue populer ada 131 halaman buku ini. Selain memuat resep kue, buku ini juga mengulas tentang bahan-bahan kue, lengkap dengan saran-saran memilih bahan. 
Berbagai peralatan yang dipergunakan juga dikupas tuntas dalam buku yang disusun Cherry Hadibroto, Nies, Kartohadiprodjo, Hytinufus Tobing dan Linda Adimijaya ini. Makin seru karena perlengkapan yang dipergunakan selain peralatan modern juga mempergunakan perlengkapan dapur yang unik dan khas Indonesia. Sebut aja misalnya penggorengan kecil berikut sudi imut-imutnya. Atau cetakan bika kalimantan yang berwarna kuning. Ada juga bonus tambahan cara membuat  takir dan membungkus kue-kue yang bakal dibuat nantinya, yang digambarkan dengan tahapan yang jelas step by stepnya. Pokonya kue ini te ope begete deh, apalagi buat keluarga saya  yang campur-campur antara Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa, jelas banget manfaatnya, selain bisa melepas rindu makanan masa kecil, juga nambah pengetahuan ttg kue daerah asa orang tua dan mertua saya.  
Selengkapnya...

Lue Kering Ny. Liem

Siapa yang ga kenal Ny. Liem, yang kue-kuenya terkenal dari zaman saya maih kecil dulu. Buku ini berisi 27 macam resep kue kering modern. Antara lain sceeshire cookies, salted pumpkin milano, orange almond stick cookies, modena prawn cookies dan lain-lain. 

Menurut pendapat saya, buku ini cukup berat buat pemula. Banyak jenis bahan yang terdengar aneh dan nggak ada penjelasan apa yang dimaksud dengan bahan-bahan 'aneh' tersebut. Contohnya nih, cayenne papper, tepung rex milano, dll. Cukup bingung kalo ga tau kenampakan bahannya seperti apa. semakin bingung karena juga nggak ada penjelasan bahan pengganti seandainya bahan-bahan ini nggak ada. Buat yang lokasi tempat tinggalnya banyak toko bahan kue mungkin bisa nanya2 di toko bahan kue apa yang dimaksud dengn istilah2 itu, apa penggantinya, fungsinya (kalau penjual dan petugas tokonya ramah lho ya...) tapi  buat yang tinggal di daerah terpencil, agak gelagapn juga kali ya. Tapi buat menambah pengetahuan seru juga, soalnya banyak jenis-jenis kue yang asing dan kebayang rasanya yang beda sama jenis kue-kue kering yang kita kenal selama ini. 
Selengkapnya...

4 Juli 2010

belanja kalap

Kalo pulangnya bisa sorean dikiiiit aja, pasti deh, nyempetin mampir ke Titan. Tadinya cuma pengen beli coklat yang udah tandas. Ternyata oh ternyata....di Titan  baru datang berbagai pernak-pernik. Mulai dari lilin, cetakan-cetakan dari china, dan segala macam.  Ambil hp, pencet keyped...tutatutit-tutatutit...
"halo, assalammu'alaikum...mas.....boleh minta uang belanja tambahan ga? mau beli cetakan kue."
"perlunya berapa?"
"kalo 'segini' (*sensor) boleh mas?"
"Ok".
Horeeee......seneng...seneng...seneng... Ya udah deh, itu keranjang diganti sama troli. ambil ini itu, sampai keranjang penuh. Sebelum ke kasir, seleksi lagi isi keranjang....wah, banyak yang laper mata nih...balikin lagi ke raknya...huehehe...malu-maluin...
Udah diseleksipun,  ternyata habisnya lebih banyak dari 'segini' yang tadi diijinin.... gpp deh, besok jualan kue kan kasnya bisa ketutup lagi...qiqiqiqi....
Nih dia, hasil belanja secara kalap..hehehe...


 
Selengkapnya...

22 Juni 2010

Sacher Torte (Resep NCC)

 Cake ini rasanya enaaaak banget. Lembut tapi legit....pokoknya membelai lidah banget deh. Buat yang seneng coklat, rasa coklat didalam cake terasa banget. Di padu dengan rasa aprikot, jadi seger. Bikinnya ga trlalu susah dibanding dengan rasanya yang muantap surantab. Penasaran? nih resep yang saya cuplik dari resep NCC hasil kursus cake internasional 2. Selamat mencoba ya....


Bahan A
160 gram mentega/margarine
160 gram gula kastor
8 butir kuning telur
1 sendok teh vanilli
160 gram dark cooking chocolate
150 gram terigu protein sedang


Bahan B
8 butir putih telur
150 gram gula kastor

Bahan C: selai aprikot


Bahan Ganasche:
350 gram whipped cream
350 gram dark cooking chocolate

(panaskan whipped cream diatas api kecil, angkat dan segera campurkan potongan dark cooking chocolate ke dalamnya. Aduk-aduk sampai semua coklat meleleh dan tercampur dengan whippedcream. Kocok sebentar dengan mikser)


Cara Membuat:
1. Kocok mentega hingga lembut, masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga mengembang dan pucat.
2. Masukkan kuning telur, kocok terus sampai trcampur rata
3. tambahkan vanilli dan dark cooking chocolate yang telah dilelehkan.
4. Di tempat lain, kocok putih telur  hingga naik, masukkan gula kastor sedikit demi sedikit
5. campur secara bergantian terigu dan kocokan putih telur ke dalam adonan mentega.
6. Tuang adonan dalam 3 buah loyang berdiameter 22 tinggi 4 cm. Bakar hingga matang.


Penyelesaian:
1. Ambil selembar cake, olesi permukaannya denagn selai aprikot yang sudah dipanaskan
2. Tumpukan satu lembar cake lagi, olesi permukaannya dengan ganache
3. Tumpukan selembar cake terakhir diatasnya. Siram permukaannya dengan sisa ganache.

Selengkapnya...

20 Juni 2010

Kursus Cake Internasional 2

Ini sebenarnya kursus pertama kali di NCC, tapi berhubung fotonya baru ketemu sekarang, jadi baru di postingin nih. Gpp ya, moga2 critanya ga basi.

seperti biasanya aja,  selalu memutuskan ikutan kursus di detik2 terakhir. Begitu ada kesempatan kursus, buru2 daftar, ga dimana2, gaya saya ya bgitu itu. kursus yang ini juga bgitu, menyadari ada waktu buat kursus, buru2 telpon ke Titan buat daftar. Sama m bak2 yang di Titan disuruh telp langsung ke penyelenggaranya (mba Desi Anwar dari NCC). Hore...ternyata masih bisa ikutan, ya udah, meluncurlah ke jalan fatmawati ditmenin bidadari saya yang cantik Shafira. Bgitu kursus dimulai, baru ngeh kalo ini kursus cake internasional yang kedua. hehehe, gpp lah, yang penting hasrat kursus tersalurkan.  Diajarin berbagai macam resep cake seperti strowberry cheese cake, socher torte, devil chocolate, dll (maaafffppp...lupa). Yang paling mengasyikkan dari kursus ini adalah trik2 dalam menghias cakenya. Sebut aja salah satu cake yang ada digambar ini, bikinnya rada unik, karena pake acara ng-las segala. Beneran, itu cover cake di disemprot pake semburan api mirip tukang las. Cara ngelasnya juga harus pake perasaan, supaya warna yang di dapet cantik, dan meringue yang dijadiin cover ga gosong, krn kalo gosong jadi pahit rasanya.  Dari gambar diatas, bisa diliat salah satu peserta yang 'ngelas' cake, dan Shafira saya yang asyik menggarnis.
Hal lain yang menarik buat saya adalah cara bikin ganache, ternyata simpel banget, cuma ngetim whipped cream sama coklat, trus di mikser, simpan dikulkas. Cake noughat juga ga kalah serunya. Maksudnya, seru karena sambil nempelin noughat (mirip ting-ting kacang yang digeprek) ke kue, sambil masukin ke dalam mulut. Dan kayaknya yang nempel di kue kalah banyak sama yang masuk mulut, huehehehe.....
Di kursus ini, saya ngasih kesempatan Shafira buat berkreatifitas. Gadis kecil saya ini emang bakat bikin cake juga. Karena hasil akhir cake yang di garnis Shafira ga kalah sama peserta lain yang semuanya dewasa. Ternyata nih, waktu saya nyoba bikin cake ini dirumah, ananda saya itu malah lebih faham dan menguasai tekhnik pembuatannya daripada saya yang sebentar2 liat catatan. Good girl. Ga sia2 ngajak Shafira baking dari bayi....
ini kenampakan kue yang 'dilas' itu.

kalo ini, death by chocolate, yang bener2 bikin penikmatnya mati karena keenakan makan coklat. Rasanya itu lho....brasa banget coklatnya membelai lidah. Lembutnya socher tarte juga bikin merem melek. Pokoknya, buat penggemar coklat, siap2 melayang deh.


Selengkapnya...

1 Juni 2010

Sendok Takar

Ini kenampakan sendok takar. Yang paling besar itu ukuran satu sendok makan, lalu yang sedikit lebih kecil itu 1 sendok teh, 1/2 sendok teh dan 1/4 sendok teh (biasanya diresep tertulis 1 sdt atau sdm). Knapa mesti pakai sendok takar, kan bisa pakai sendok makan atau sendok teh yang dipakai sehari2 di rumah. Eiit, jangan salah ya bu, sendok yang biasa dipakai dirumah itu kadang ukurannya ga standar. Saya sendiri punya sendok makan yang ukurannya imut sampai yang sdikit 'bongsor' (ini biasanya yang beratnya lebih mantap dan harganya sedikit lebih mahal dibanding biasa yang tipis dan ringan). Begitu juga sendok teh, ada yang sedengan dan ada yang imut. Jadi kebayang dong kalau kita menggunakan sendok2 jenis ini buat nakar bahan kue, apalagi yang jumlahnya sensitif alias kelebihan sedikit bisa mempengaruhi banget terhadap hasil akhir bentuk dan rasa kue. Jadi...supaya akurat, kita pakai sendok takar ini. Lagipula nih bu, kalo pake sendok yang dirumah itu, sepermpat sendok kan susah banget mengira-ngiranya. Kalau pakai sendok ini tinggal masukin bahannya, ratakan permukaannya (biasanya disebut peres. apa hubungannya sama julia perez ya??) Sendok takar ini ada yang terbuat dari stainless, mika dan ada juga yang dari plastik. Bentuknya juga lucu-lucu, kadang bulaaat banget, kadang sedikit oval, ada juga yang kotak.  Ada  yang agak dalam, ada juga yang agak dangkal dan ceper. Sendok takar milik saya ini dibelinya sebelum tahun 2000-an, dan waktu itu ga ada pilihan lain karena dibeli pada saat dibutuhkan, bukan saat sedang berburu perabotan. Harganya lupa, tapi kayaknya sih ga mahal kok, dua puluhribuan gitu deh. Udah puluhan tahun  masih kinclong ya? Kok bisa?  Sekali lagi jeung, saya tuh sayaaang banget sama perabotan perkuehan saya. Jadi selesai dipakai langsung cuci, dilap, masuk kotak. So, meskipun terbuat dari stainless murah, ga ada acara karatan...
Oke deh jeung....segitu dulu ya critanya....babay...muah....muah....

Selengkapnya...

CUP


Sekarang ini hampir semua resep kue menggunakan ukuran berat seperti kilo, gram, ons. Padahal dulu ibu saya bikin kue bahan-bahannya ditakar dengan menggunakan gelas belimbang (gelas kaca yang bagian bawahnya menyerupai bentuk belimbing, paahal ga mirip2 banget sih). Saat berburu resep baru, kadang kita nemuin resep kue yang diukur pakai satuan cup. Beberapa resep pavorit saya ada yang menggunakan ukuran cup. contohnya pennylane's brownies yang yummy itu. Pengen sih nyoba ngukur takaran resep ini pakai timbangan, tapi males, enakan pakai cup karna praktis.  Buat temen-temen yang belum  'ngeh' bentuknya cup takaran itu, ini saya tampilkan kenampakannya. Sebenernya sih ada beberapa macam jenis. Ada yang trbuat dari stainless, ada yang mika, ada juga yang bahannya plastik seperti yang saya punya ini. Kalau dari segi harga, yang plastik ini harganya yang paling murah. Cuma sekitar sepuluh ribuan. Tapi meskiun harganya murah bukan berarti ukurannya ga akurat lho. Cup ini sendiri udah puluhan kali saya pakai dan hasil cake yang saya buat alhamdulillah cakep semua. Dimana beinya? di toko2 bahan kue biasanya ada. Kalo saya kebetulan 'nemu' Cup ini di acd hardware bekasi. Cup ini murah, tapi simpel, bisa dilepas satu prsatu kalau mau digunakan, dan digabung lagi kalau sudah selesai dipakai. Bersihinnya juga mudah, dan insyaallah awet asal perawatannya baik, misalnya setelah dipakai segera dicuci, dikeringkan dan disimpan (saya biasa menyimpan perabotan yang sudah bersih dengan cara membungkus dengan plastik cling wrap,  jadi meskipun lama ga dipakai tetap bersih).
Nag, ini kenampakan yang lebih jelasnya ya. Bisa keliatan ukuran cupnya. Ada yang 1 cup, 1/2 cup, 2/3 cup sampai 1/4 cup. 
Selengkapnya...