Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

4 Maret 2010

Menghias Cup Cake

Aduh, maaffppp ni ya, bukannya mau sok ngajarin. Saya juga ga pinter2 amat menghias cup cake. Ini cuma berbagi pengalaman aja. Buat yang pemula, jadi tau mesti gimana. Buat yang udah canggih, lewatin aja postingan yang ini. Tapi boleh juga ga dilewatin, maksudnya nambahin ilmu gitu. Menurut pengalaman saya, menghias cup cake itu sebenernya kreatif-kreatifan aja sih. Kalo yang ga trlalu kreati kayak saya ini biasanya cuma pake butter cream atau pondant yang dicetak2 pake emboss. Kalo mreka yang kreatif tuh bisa bikin model2 lucu yang namanya seperti boneka, binatang, dll. Buat yang ga bisa kayak saya, jangan khawatir, manfaatkan cetakan aja, dan main di warna. Atau bisa juga kita kursus bikin figurin dulu barengan, hehehe.

Sebelum dihias, tutupi dulu cupcakenya pakai buttercream. Buttercream ini berfungsi untuk merekatkan pondant dan juga buat meratakan bentuk cupcake yang mungkin agak miring sdikit. Sesudah itu baru deh tutupin kuenya pake pndant. Pondant buat cover ini bisa polos, bisa juga dicetak pakai cetakan plastik. Baru deh dihias atasnya. Bisa pake butter cream, bisa pake pondant yang dibentuk hurup atau model2 lucu, atau campuran butter datu ponsant dengan macam2 springkle lucu. 
Kalo pake butter cream, bisa bikin model swirl (hasilnya kayak bunga mawar yang cantik). Pake aja spuit wilton nomor 1M. Kalo ga ada, bisa pake spuit bintang yang agak gede. Nantinya tergantung keterampilan memlintir spuit itu aja. Tapi jangan khawatir lah, kalo sering2 nyoba, ntar juga bisa kok bikin swirl  yang cantik. Kalo mau butternya cantik, mengkilap alias licin gitu, masukin dulu butter cream yang udah jadi ke dalam kulkas. kira2 satu jam kemudian, keluarin dan kocok lagi buttercreamnya sebentar. 

mau menghias pake pondant? lebih asik lagi. Ga trlalu dibutuhkan keahlian memlintiri (halah...bahasa apa sih) spuit. Beli aja pondant yang udah jadi (maaaf, saya blum bisa bikin pondant sendiri, hemat waktu, maklum wanita karier...PREEET!!!) Biasanya ada yang merk pondac (nulisnya bener ga ya, pokoknya kedengerannya gitu deh) atau merk bekel (nyebutnya kayak bola bekel gitu). Pondant ini tinggal kita bentuk sesuai keinginan dan kekreatifan itu tadi. Kalo saya paling pavorit model huruf atau angka. Tinggal gilas pondantnya, cetak pake cetakan hurup, langsung tempelin. Mudah dan praktis (halah, padahal emang males...hehehe). Kalo yang ditempelin gitu, gunakan sedikit (ingat lho se-di-kit) air matang.

Cup cake ini ditutup pondant dan dihias dengan pondant yang bentuk manual alias diplintiri (halah, basa apaan sih?)
Cup cake yang  ini ditutup pondant, trus ditempel pondant yang dihias membentuk hurup juga, tapi dengan cetakan. Nah kalo yang terakhir ini, yang seperti mawar itu lho, dihias dengan butter cream, lalu ditaburi springkle.

Selengkapnya...

9 Februari 2010

Resep Dasar cake

Beberapa kali ikut kursus bikin cake, dan baca dari berbagai buku , saya perhatiin kok resepnya rada-rada mirip satu sama lainya. Bedanya cuma dipenambahan maizena, coklat bubuk atau bahan2 lainnya, tapi pada dasarnya sama (nah lo...bingung kan). Penasaran, saya coba cari tau dari berbagai buku dan sharing sama sesama pe-hobi kue, baru tau rahasianya. Ternyata, yang namanya cake itu ada resep dasarnya. 1 resep dasarnya. 
6 butir telur
120 gram gula
10 gram emulsifier
60 gram terigu
100 gram margarine (cairkan)
 ini resep dasarnya. resep standarnya. Perhatiin jumlah telurnya 6 butir. jumlah ini bisa dimanipulasi sesuai dengan keinginan kita. jumlah 6 butir telur artinya 6 kuning telur dan 6 putih telur. Jumlah semuanya 12 satuan. Membuat cake ekonomis atau yang super, angka 12 ini yang jadi patokan. Misal nih, kita mau bikin kue yang ekonomis, mau pakai 3 kuning telur aja, itu artinya jumlah putih telur yang dibutuhkan adalah 12-3 =9 putih telur. 3 kuning telur + 9 putih telur = 12.  Contoh lagi nih, kalau mau pakai 5 kuning telur, berarti kita padukan dengan 12-5 = 6 putih telur. Cake dengan lebih banyak putih telur tentunya tidak seenak cake dengan banyak kuning telur. Cake dengan banyak kuning telur biasanya lebih enak dan lebih lembut. Resep untuk cake dengan banyak kuning telur (cake spesial) juga berdasarkan perhitungan diatas. Misalnya kita mau menggunakan 10 kuning telur, berarti putih telur yang dibutuhkan adalah: 12 - 10 = 2 putih telur. Atau kita mau membuat cake yang lebiih enak lagi dengan menggunakan 12 kuning telur, berarti 12-12 = 0 putih telur alias tanpa putih telur.
Urusan telur beres, sekarang soal terigunya. Terigu yang jumlahnya 60 gram, bisa divariasi dengan coklat (kalau mau cake coklat). Tinggal sesuaikan jumlahnya. Misalnya kita menggunakan 20 gram coklat, maka jumlah terigu yang dibutuhkan adalah 60 - 20 = 40 gram terigu. 
Lalu, mentega. Kalau mau kue yang ekonomis, 100 gram mentega itu bisa aja menggunakan margarine seluruhnya. Tapi juga bisa menggunakan kombinasi 50 gram mentega dan 50 gram margarine (misal 50 gram wysman + 50 gram palmia). 
Lalu soal ukuran cake. untuk resep standar tadi, menggunakan loyang kotak ukuran 24x24 cm. Kalau menggunakan  loyang lebih besar tinggal sesuaikan resepnya. Misalnya mau menambah resep sebanyak sepertiganya, berarti telur yang ditambahkan 12 : 3 = 4 butir (komposisi kuning dan telurnya disesuaikan seperti cara sebelumnya), terigunya 60:3 = 20 gram, dan seterusnya.
Kombinasi lainnya bisa menyesuaikan, misal perasa strawberry, vanilly, pandan, bisa ditambahkan. Bisa juga dengan memberi topping setelah cake matang (durian, strawberry, bluberry, nanas, dll). Mudahkan? Jadi mulai skarang ga pake bingung lagi ya.....Selamat menghitung!
Selengkapnya...

8 Februari 2010

Tips Membuat Sponge Cake

Dulu saya suka bingung kalo nemuin istilah sponge cake, pound cake, chiffon cake. Apa bedanya ya, kan sama2 bolu juga. Dari beberapa literatur, saya jadi tau kalo ketiga jenis ini sama2 disebut cake juga. Cuma bedanya, kalo ponge cake jenisnya lebih ringan daripada pound cake, maka chiffon cake lebih ringan lagi daripada sponge cake. Ketiga jenis cake ini juga trnyata dibedakan dari proses pembuatannyaa. (Kalo ada yang salah tolong dikoreksi ya..) Kalo sponge cake, telur dan gula pasir yang dikocok terlebih dahulu, baru dimasukkan bahan kering dan mentega yang dilelehkan. Kalo pound cake, mentega dan gula pasir dikocok terlebih dahulu, lalu dicampur dengan kuning telur. Ciri dari pound cake ini adalah putih telur yang dikocok terpisah. Knapa dinamakan pound cake, karena dulunya pengukuran bahan2 cake ini menggunakan satuan pound (250 gram).Beberapa tips dalam membuat sponge cake nih:


1. Telur

Perhatikan kualitas telur yang dipergunakan. Upayakan telurnya masih seger. Cirinya, putih dan kuning telurnya masih terlihat kental. Kalo telur masih seger, biasanya proses pemisahan putih dengan kuning telur lebih mudah. Saya biasanya kalo beli telur slalu bilang sama penjualnya 'minta yang baru ya bu, karna mau buat bikin kue', saya juga liat2 warungnya rame pembeli ato jarang pembeli, karna kalo jarang pembeli berarti stok telurnya disimpan lebih lama. Buat mensiasatinya, saya biasanya beli di tukang grosir dipasar gede, trus saya simpan dikulkas. Tapi.....jangan lupa, telur yang disimpan dikulkas ga boleh langsung dipakai/dikocok, tapi dibiarkan dulu di suhu ruang kurang lebih 1 jam. Pengocokan harus sempurna, dalam arti adonan harus bener2 sudah mengembang dan kental sebelum terigu dan margarine dicampurkan.juga jangan kelamaan dikocok karna bisa menyebabkan cakenya mengkerut dipermukaanUntuk lebih hati2, upayakan memecahkan telur satu persatu dalam mangkuk kecil. Kalau telurnya bagus, baru dituang/campur ke tempat mengocok. Dengan cara ini, kalo trnyata telurnya kurang bagus, bisa langsung dipisahin tanpa 'menodai' telur-telur bagus lainnya. 

2. Terigu
Masukkan terigu saat adonan benar2 telah mengembang sempurna. Memasukkan terigu saat adonan belum mengembang sempurna akanmengakibatkan kue menjadi bantat.
Gunakan terigu dengan kadar protein rendah atau sedang (misal merk kunci atau segitiga). Terigu dengan kadar protein rendah menghasilkan cake dengan tekstur lebih halus. Kalau menggunakan terigu dengan protein sedang, tambah sedikit maizena untuk merendahkan kadar proteinnya.
Ayak terlebih dahulu terigu serta bahan2 kering lainnya untk menghilangkan gumpalan2. Masukkan terigu dengan hati2, dan jangan mengaduk adonan terlalu lama. Aduk adonan dengan teknik membalik supaya udara yang sudah terperangkap dalam adonan saat mengocok telur tidak hilang. Caranya, selusupkan sendok pengaduk dari pinggir adonan, angkat adonan dari dasarnya dan letakkan dibagian atas dengan cara membalik perlahan.
3. Cake Emulsifier
CE ini sebenernya merupakan bahan penstabil adonan. Jenisnya macem2, ada TBM, ovalet, SP, sponge 28, quick.
Untuk kue yang menggunakan telur banyak, CE ini tidak diperlukan. Saya jarang pakai CE, dengan catatan, kualitas telur yang digunakan bagus.
4. Margarine atau mentega
Bedanya margarine dengan mentega adalah asal bahannya. Kalau margarine berasal dari lemak tumbuhan, maka mentega berasal dari lemak hewan. Dari rasa juga berbeda, mentega lebih gurih daripada margarine. Kalau dari segi penampilan, biasanya mentega lebih lembut dan ringan, sedangkan margarine lebih padat. Harga? lebih mahal jenis mentega. Saya biasa menggunakan margarine dan mentega secara bersamaan. kue lebih gurih karna ada mentega tapi juga cukup hemat karna dicampur margarine. Gunakan seperlunya saja, jangan terlalu banyak karena penggunaan margarine/mentega hanya untuk memperkaya rasa cake saja. Saat mencairkan, jangan terlalu lama supaya kadar airnya jangan hilang, yang menyebabkan cake menjadi seret/kering saat dimakan. Cukup panaskan panci diatas api kecil sampai setengah bagian margarine/mentega mencir, matikan apinya, aduk sisa mentega/margarine dengan memanfaatkan sisa panas.
5. Alat yang digunakan
Terutamanya mixer ya, karna kualitas mixer mempengaruhi pengembangan adonan dan waktu pengocokan.Saya sendiri punya 2 jenis mixer. Yang satu merk philip model tahun 90-an (warisan ibu saya almarhum), emang butuh waktu lebih lama, sedangkan  yang lainnya merk sonora , yang kalo buat ngocok cepet..pet... kalo dipake buat ngocok (maaf ya, bukan bandingin merk lho. lagian emang mixer philipnya udah tua kali ya...). Tapi tetap oke kok buat mengocok, cuma cpet dan nggaknya aja.
Timbangan, gunakan yang ukurannya akurat, dan timbang semua bahan dengan teliti, karena ketepatan ukuran sangat mempengaruhi hasil.
Perhatiin juga peralatan yang dipakai buat mengocok telur. Baskom, wisk (baling2 mixer) dan sendok pengaduk harus bener2 bersih dan bebas dari minyak. Karena kalau terkontaminasi minyak atau air, pengembangan adonan ga akan sempurna. Saya biasanya menyiram perabotan dengan air panas buat meluruhkan minyak, baru kemudiana dicuci dengan cairan pencuci piring. Kalau terasa noda minyak, saya ulangi proses pencuciannya. Tapi biasanya asal cairan pencuci piringnya sedikit lebih banyak, aman kok. Cara lain, bisa dengan memisahkan (mengkhususkan) peralatan buat mengocok telur dengan peralatan buat yang berbau lemak/minyak.
Oven, panaskan oven terlebih dahulu sebelum memanggang kue. Jangan membuka tutup oven sebelum kue mengembang sempurna. Jangan terlalu sering membuka tutup oven karna bisa menyebabkan suhu dalam oven tidak stabil.
Nah, segitu dulu bagi2 ilmunya ya. Selamat mencoba....jangan jera kalau gagal ya, coba dan coba terus, karena semakin sering mencoba, kita akan lebih mengenali karakter peralatan yang kita miliki dan keahlian akan semakin bertambah. Yang mau nambahin, monggo.....
Selengkapnya...